Amores Perros (2000)

when u asked for a decent movie, yet you get a great movie.


When asked what my 10 best film list is, for sure i will put amorres Perros among the list.

For me this movie is the biggest "magic" inarritu (the 21 grams and babel director) ever put, with his genius multi-plot, he's able to make a colorful and fun atmosphere without leaving his dark impression trademark.

As usual conflicts raised by inarritu is social-type conflict as we seen or experienced daily. There is forbidden love, self confidence problem, friendship, betrayal, and so on and so on, just not as grandiose as michael bay ussually (if not always) do with his movie.

In the end my conclusion is, u dont need a synopsys, just... Watch!


...

Selamat Hari Merdeka Indonesiaku :)

dirgahayu RI ke-66


Selamat ulang tahun kemerdekaan Republik'ku tercinta :)
Tapi masih kurang sreg sama kata "kemerdekaan". Kalau melihat dari Kamus Besar Bhs. Indonesia:

mer·de·ka /merdéka/ a 1 bebas (dr perhambaan, penjajahan, dsb); berdiri sendiri. 2 tidak terkena atau lepas dr tuntutan; 3 tidak terikat, tidak bergantung kpd orang atau pihak tertentu; leluasa.

Kalau sudah lihat definisi di atas baru ngerti aku, yang dimaksud 66th kemerdekaan adalah, 66th sejak kita:
1. Bebas dari penjajahan Jepang;
2. Tidak terkena atau lepas dr. tuntutan-tuntutan Jepang;
3. Tidak terikat, tidak bergantung kpd. Jepang.

Sekali lagi Selamat Hari Kemerdekaan dr Jepang, Republik'ku tercinta RI.

post scriptum:
- 6 abad sudah kita merdeka dari penjajahan Portugis.
- 69 tahun sudah kita merdeka dari penjajahan VOC - Belanda.
- 66 tahun sudah kita merdeka dari penjajahan Jepang.
- Sampai hari ini kita belum merdeka dari penjajahan bangsa kita sendiri :)


...

Pirate Radio a.k.a. The Boat that Rocked (2009)

"are you doing something dirty? are you doing something your parents don't know about? are you breaking the law? are you breaking the rules?" ~gavin


Film yang ringan tapi menghibur. Apalagi tema yang diangkat tentang rock'n'roll di Inggris, tahun 60an, yang lagi happening banget disono (ceritanya) waktu itu.

Ada DJ yg demen mabok, ada DJ yg misterius, yg keluarnya malem doang, ada bocah yg baru jatuh cinta. Semua konflik terjadi di sebuah kapal, karena stasiun radio mereka dianggap illegal, sangking banyaknya kata-kata kotor, kalimat2 provocative and so on...so on...

This movie is rocks ****


...

Nuovo Cinema Paradiso (1988)

a lovable movie...about a boy who loves movie...


Terlalu banyak orang yg bilang film ini bagus banget. Tapi ternyata cukup lama juga mengumpulkan niat buat nonton film ini, apalagi dengan serbuan film-film standard ala hollywood mainstream, supaya dibilang up to date, terpaksa harus nonton film-film itu.

Akhirnya kesampean juga nonton nih film. Cinema Paradiso bercerita tentang seorang anak kecil, Toto, yang demen nonton dari kecil, Dia bersahabat dengan seorang pekerja di bioskop di kota'nya, Alfredo. Kerjanya si Alfredo ini buat ngeganti film yg udah kudu ganti scene (somethin like that lha :) ).

Persahabatan mereka ini yang kemudian coba di angkat lagi di akhir film. Ketika si Toto dewasa yg sudah sukses kembali ke kota'nya.

This movie is beautiful. ****


...

What For?

Proverbs 3:9 “Honor the Lord with thy substance, and with the first fruits of all thine increased.”




Pasti banyak yang memperdebatkan mengenai ayat Amsal diatas. Aku pun sempat jalan-jalan ke forum dengan bantuan om google dan ternyata emang banyak yg memperdebatkan mengenai "upah sulung", mengenai apa sebenarnya yg diatur oleh Alkitab tentang gaji pertama itu.

Setelah aku baca2 sepertinya memang banyak argumen2 mengenai ayat tersebut, ada yg mengatakan itu sebatas hasil panen, bukan upah/uang, ada yg mengatakan gaji pertama sebagian untuk Tuhan, setelah dipotong kebutuhan2 kita, ada yg bilang 100% untuk Tuhan (itupun masih terbagi ada yg bilang 100% setelah dipotong pajak, ada yg bilang 100% sebelum dipotong pajak, kocakkkk).

Bagi aku pribadi hal itu jadi sangat menarik ketika gaji pertamaku adalah 1/2 dari gaji yg seharusnya aku terima (karena periode awal baru bekerja 15 hari). terus terang waktu itu aku kasih semua ke Gereja, sampe ke nominal terkecilnya :). Tapi seperti ada yg mengganjal, karena aku merasa gaji yg aku berikan itu bukan gaji aku seutuhnya. Lalu ada di posisi mana aku?

Aku bisa berargumen bahwa gaji pertamaku adalah gaji 15 hari kerja itu :) toh memang kenyataan'nya seperti itu. Tapi aku tetap ingin memberikan sisa'nya ke Gereja. Apa argumenku???

Jawabannya simple....berapa banyak barang dunia yg sudah kita beli, berapa banyak yg kita kasih Tuhan.
Berapa banyak wall's magnum yg kita beli, tiap minggu, bandingkan dengan persembahan yg sudah kita beri ke Tuhan tiap hari minggu.

Aku ingat sekali dulu sering sekali memberi persembahan uang bergambar patimura, lalu seorang sepupu yg juga missionaris menegur, aku lupa bagaimana dulu kata2 kakak sepupu itu, tapi aku juga berfikir, begitu mudah mengeluarkan uang untuk nonton di sinema (misalnya) atau beli dvd bajakan (misalnya lagi).

Lagi argumen saya. Saya tidak mau meberi karena perintah. Saya mau memberi karena aku mau.
Perhitungan dengan Tuhan is a crime. :)


...