Proverbs 3:9 “Honor the Lord with thy substance, and with the first fruits of all thine increased.”
Pasti banyak yang memperdebatkan mengenai ayat Amsal diatas. Aku pun sempat jalan-jalan ke forum dengan bantuan om
google dan ternyata emang banyak yg memperdebatkan mengenai
"upah sulung", mengenai apa sebenarnya yg diatur oleh Alkitab tentang gaji pertama itu.
Setelah aku baca2 sepertinya memang banyak argumen2 mengenai ayat tersebut, ada yg mengatakan itu sebatas hasil panen, bukan upah/uang, ada yg mengatakan gaji pertama sebagian untuk Tuhan, setelah dipotong kebutuhan2 kita, ada yg bilang 100% untuk Tuhan (itupun masih terbagi ada yg bilang 100% setelah dipotong pajak, ada yg bilang 100% sebelum dipotong pajak, kocakkkk).
Bagi aku pribadi hal itu jadi sangat menarik ketika gaji pertamaku adalah 1/2 dari gaji yg seharusnya aku terima (karena periode awal baru bekerja 15 hari). terus terang waktu itu aku kasih semua ke Gereja, sampe ke nominal terkecilnya :). Tapi seperti ada yg mengganjal, karena aku merasa gaji yg aku berikan itu bukan gaji aku seutuhnya. Lalu ada di posisi mana aku?
Aku bisa berargumen bahwa gaji pertamaku adalah gaji 15 hari kerja itu :) toh memang kenyataan'nya seperti itu. Tapi aku tetap ingin memberikan sisa'nya ke Gereja. Apa argumenku???
Jawabannya simple....berapa banyak barang dunia yg sudah kita beli, berapa banyak yg kita kasih Tuhan.
Berapa banyak wall's magnum yg kita beli, tiap minggu, bandingkan dengan persembahan yg sudah kita beri ke Tuhan tiap hari minggu.
Aku ingat sekali dulu sering sekali memberi persembahan uang bergambar patimura, lalu seorang sepupu yg juga missionaris menegur, aku lupa bagaimana dulu kata2 kakak sepupu itu, tapi aku juga berfikir, begitu mudah mengeluarkan uang untuk nonton di sinema (misalnya) atau beli dvd bajakan (misalnya lagi).
Lagi argumen saya. Saya tidak mau meberi karena perintah. Saya mau memberi karena aku mau.
Perhitungan dengan Tuhan is a crime. :)
...